Belajar Sejarah Dunia, Membangun Identitas dan Kehormatan Bangsa

JAKARTA POST 86

- Redaksi

Senin, 20 Juli 2026 - 00:51 WIB

5031 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Novita Sari Yahya

Mempelajari sejarah bangsa-bangsa di dunia bukan sekadar mengenal masa lalu, tetapi merupakan bagian dari memahami identitas, jati diri, dan kebanggaan sebagai sebuah bangsa.

Sejarah bangsa Anglo-Saxon dan bangsa Viking adalah contoh perjalanan peradaban besar dunia. Mereka membangun kerajaan, mengembangkan ilmu pengetahuan, memperluas pengaruh, serta meninggalkan warisan yang masih dipelajari hingga hari ini. Kemajuan mereka tidak hanya lahir dari kekuatan militer, tetapi juga dari kemampuan membangun organisasi, ilmu, budaya, dan visi masa depan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indonesia juga memiliki sejarah besar. Nusantara pernah menjadi pusat peradaban dengan kerajaan-kerajaan besar seperti Sriwijaya dan Majapahit yang memiliki pengaruh luas di kawasan. Namun, perjalanan sejarah juga menunjukkan bahwa kekuatan besar dapat melemah ketika kehilangan persatuan dan kesadaran bersama.

Bangsa Belanda dengan jumlah penduduk yang jauh lebih kecil mampu menguasai wilayah Nusantara selama ratusan tahun melalui VOC hingga pemerintahan kolonial karena memiliki organisasi, teknologi, strategi, dan sistem kekuasaan yang kuat. Sementara itu, banyak kerajaan di Nusantara belum memiliki persatuan politik yang kokoh untuk menghadapi kekuatan kolonial.

Sumpah Palapa Gajah Mada menjadi simbol penting tentang cita-cita persatuan Nusantara. Ia bukan hanya sebuah sumpah pribadi, tetapi sebuah gagasan tentang kehormatan, persatuan, dan identitas kebangsaan.

Jika Indonesia ingin kembali menjadi bangsa be

Berita Terbaru

PEMATANG SIANTAR

PGI Dorong Gereja Perkuat Perlindungan Pekerja Migran dan Cegah TPPO

Senin, 7 Sep 2026 - 18:33 WIB